Rasa Takut

Tadi malam aku tidak nyaman tidur, Saudara. Apa sebab? Ada suara yang sangat mengusik.

Sepertinya ada anak kucing yang tinggal di atap rumah. Dia mengeong terus sepanjang malam. Suaranya nyaring sekali hingga aku tak tahu di atap sebelah mana ia berada tepatnya.

Sungguh pilu ia mengeong. Sepertinya ia ditinggalkan seekor diri sementara induknya mencari makanan. Aku dulu sering berpengalaman melihat bagaimana sang induk betina mengangkat satu demi satu anaknya dengan mulutnya, membawanya ke tempat yang berbeda-beda.

Entah mengapa tepatnya sang induk betina itu memisahkan anak-anaknya. Kata orang-orang adalah agar si induk jantan tidak dapat mendeteksi keberadaannya. Tahulah kalian bagaimana hasrat membunuh si induk jantan ini akan menjadi besar tatkala mengetahui ia memiliki anak lelaki.

Aku tidak tahu tepatnya kapan aku menjadi takut kucing. Yang kutahu dengan jelas adalah sebabnya karena tanganku digigit oleh Benny, kucing kesayangan kami sekeluarga. Jikalau aku tidak takut, tentu saja aku sudah pergi ke atap untuk mengambil suatu tindakan agar tidak lagi terganggu oleh suara memilukan sekaligus menyeramkan yang dikeluarkan si anak kucing sepanjang malam.

Aku mungkin akan kebingungan menentukan tindakan apa yang kuambil. Tentu saja tidak mungkin aku memindahkannya ke tempat lain, karena dengan begitu sang induk yang sedang mencarikan makanan akan kehilangan. Barangkali aku akan meninabobokan si anak kucing agar tak lagi mengeong; menggangguku.

Sekarang sudah tidak terdengar lagi si anak kucing mengeong. Entah mengapa dan bagaimana, aku tidak tahu dengan tepat. Aku harap sang induk betina itu memindahkannya ke tempat lain yang jauh dari sini agar malam-malam berikutnya aku tidak terganggu.

Ternyata kemudian aku tidak atau belum terbebas dari rasa takut. Kemarin malam kubaca pengumuman dari Bapak Ketua RW yang menginformasikan bahwa akan dilakukan fogging atau pengasapan karena salah seorang warganya sudah terjangkiti demam berdarah. Dengan tepat di situ tertulis bahwa fogging akan dilakukan mulai pukul 08.30.

Aku harus apa? Aku takut dengan asap. Aku tidak suka dengan aroma asap fogging. Tidak, apalagi kalau kuhirup di tempat sesempit kamarku ini.

Sekarang sudah lewat dari pukul 08.30. Aku tahu fogging telah mulai dilakukan entah di mana di kawasan RW sini. Dan aku hanya bisa berbaring ketakutan, karena kaki dan badanku tidak bisa kugerakkan.

4 pemikiran pada “Rasa Takut

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s