Padam Bulan

Malam ini senang sekali. Purnama muncul kembali!

Mungkin sedikit jahat, tapi tadi aku berharap seluruh Jakarta padam listriknya. Haha. Agar kita semua bisa menikmati indahnya purnama.

Rugi, Saudara, kalau kalian hanya berdiam diri di rumah. Keluarlah. Berkumpullah di halaman. Bulan begitu terang benderang. Banyak pula bintang bertebaran.

Entah bagaimana langit di bumi kalian. Tapi di sini, di Rawamangun sini, langit nyaris tanpa awan. Bintang-bintang berkerlip besar-besar. Purnama ada di timur, besar pula. Beruntunglah kami di sini.

Sudah dulu ya, Saudara. Mau bersiap-siap dulu, mengepak perlengkapan. Seperti biasa, hendak mengintip bidadari-bidadari khayangan yang sebentar lagi akan turun ke bumi untuk mandi. πŸ˜€

5 pemikiran pada “Padam Bulan

    1. Yah, ini bocah belom tahu rupanya. Aku kasih tahu ya, Bung. Bidadari khayangan itu, mandinya kalau purnama doang. Purnama pan udah berarti malem2. Nah, makanya ayo siap-siap sekarang. Mau ikutan ngintip kagak? πŸ˜€

      Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s