Suara Nyamuk Bodoh

Tik tok tik tok…

Ah, aku rindu suara itu. Bukan suara bebek berbaris. Bukan pula suara bebek digoreng. Karena yang terakhir itu bunyinya ‘sreng sreng’. Suara jarum jam dinding di dapur dekat kamarku adalah yang kurindukan. Jarum jam berhenti berputar karena kelaparan. Yaitu karena baterai di belakangnya sudah kehabisan daya. Yaitu karena tidak ada yang mengganti baterainya.

Nguing nguing nguing…

Aku juga rindu suara-suara itu. Yaitu suara nyamuk-nyamuk nakal, yang kata Enno Lerian sukanya menggigit orang. Padahal yang dibilang nakal adalah dia tidak bergigi, tidak pula bergusi, sehingga tidaklah mungkin ia menggigit kecuali kata itu hanyalah kiasan.

Mengapa tiba-tiba aku rindu suara nyamuk yang terbang yang mengeluarkan bunyi yang dengan begitu mereka tahu bahwa si korban sudah terlelap tidurnya itu? Padahal kalau mendengar bunyinya aku akan marah dan merasa usaha tidurku mendapat gangguan sehingga merasa perlu untuk segera menepuk itu nyamuk dengan kedua belah tanganku.

Ck ck ck ck…

Itu adalah suara cecak. Sengaja tidak aku beri huruf ‘e’ supaya kalian tidak mengira itu suara Mang Diman penjaga musala sedang menjajal mik. Suara ini belakangan menjadi sering terdengar di malam hari menggantikan ‘tik-tok’ jam dinding dan ‘nguing-nguing’ nyamuk nakal. Maka belakangan pula aku sadari bahwa hilangnya suara ‘nguing-nguing’ adalah karena terusir oleh suara ‘ck ck’ ini.

Tahukah kalian mengapa orang-orang menyebut racun pembasmi nyamuk dengan “obat nyamuk”? Yaitu supaya nyamuk-nyamuk mengira itu memang benar obat yang dapat menyembuhkan berbagai penyakitnya. Maka nyamuk-nyamuk itu kemudian menyadari bahwa mereka adalah makhluk-makhluk bodoh yang karenanya dapat dengan mudah ditipu oleh manusia. Kesadaran mereka itu sesungguhnya pasti terlambat karena terjadi sesudah mereka sempoyongan dan jatuh pingsan tak sadarkan diri untuk lantas mati.

8 pemikiran pada “Suara Nyamuk Bodoh

    1. Haha. Ya aku juga sebenernya sebel, Dek. Paling sebel tuh kek gitu. Udah enak-enak ngantuk, terbebas dari insomnia karena suatu hal, eh malah bakal terjerat insomnia lagi karena nyamuk nakal. 😀

      Suka

  1. Sungguh keadilan itu lebih disukai oleh siapapun. Betul…?? Lah kl nyamuk cuma menggigit kita , balaslah jg dng menggigitnya. Kl cuma ngiung-ngiung, maka balaslah juga dng ngiung-ngiung. Lebih fair lg kl nunggu nyamuk ngantuk

    Suka

    1. Wah, bagian mana tuh yang sensitif itu, Bu? 😀

      Kalau saja si nyamuk nyedot darah aja tanpa bikin gatal, suara nguing nguing, dan nyebarin penyakit, saya sih rela-rela saja mendonorkan darah. Toh paling setetes doang yang diambil. 😛

      Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s