Mandi Air

Melanjutkan bahasan dan atau menjawab beberapa komentar pada postingan Penemuan Hari Ini: Bak terdahulu, dengan ini aku sampaikan hal-hal sebagai berikut kepada Saudara sekalian:

Mandi adalah perkara remeh temeh bagi sebagian orang. Yaitu bagi mereka yang hidup dengan persediaan air melimpah. Yaitu bagi mereka yang tinggal di apartemen mewah. Yaitu bagi mereka yang tinggal di hotel berbintang lima. Yaitu bagi mereka yang tinggal di dekat sumber air zamzam.

Bagi mereka, kapan pun dapat menjadi waktu mandi. Yaitu dengan berendam berjam-jam di jacuzzi. Yaitu dengan mengucurkan air shower berhari-hari. Yaitu dengan masuk ke dalam kamar uap lantas berdiam diri. Yaitu dengan ‘byar byur’ seperti hendak menguras bak mandi.

Mandi adalah perkara penting bagi sebagian orang. Yaitu yang tinggal di emperan sawah, yang airnya habis untuk irigasi, itu pun masih kekurangan. Yaitu bagi yang tinggal di pegunungan tandus, yang airnya habis turun ke bawah, yaitu ke lembah-lembah. Yaitu yang merantau lantas bekerja sebagai kuli bangunan, yang bahkan untuk buang hajat saja harus ngumpet di kebun-kebun atau pekarangan.

Bagi orang-orang ini, mandi adalah membasuh muka. Mandi adalah mengelap sekujur tubuh dengan handuk basah. Mandi adalah tidak mencuci baju dan celana. Mandi adalah kemewahan bintang tujuh yang mahal harganya.

Danau Matano, Sorowako
Danau Matano, Sorowako

\Silakan menarik kesimpulan sendiri mengapa aku pasang foto di atas dalam postingan ini. Haha. Foto di atas hanyalah pengalih isu dan perhatian. :D\

Sesungguhnya perkara mandi dapat menghabiskan air banyak atau sedikit. Pilihan ini tersedia bagi setiap insan yang mencintai mandi dan bebersih diri. Pilihan ini tidak mutlak tersedia dari cara bagaimana kita mandi. Yang jauh lebih penting adalah kepedulian kita terhadap ketersediaan air bersih dan mandi itu sendiri.

Ada kawan yang mencetuskan Gerakan Mandi Sekali Sehari demi menghemat persediaan air bersih di ibukota dan sekitarnya. Tujuan dan niatnya sejatinya teramatlah mulia. Akan tetapi, bagi penyuka kebersihan dan keindahan gerakan ini dituding kumuh, jorok, bau, dan tidak berbudaya.

Maka saranku, mandilah secukupnya saja. Cukup adalah sebagaimana bahagia, yakni sesuai dengan selera. Tidak perlu ‘byar byur’ seperti hendak menguras bak mandi dengan tergesa. Tidak perlu berlama-lama mengucurkan air shower yang mengalir tiada habisnya. Tidak perlu berendam dalam bathtub berisi penuh air hingga meluber ke mana-mana.

Maka usulku, mandilah ala koboi. Yaitu dengan hanya membasuh kedua kelopak mata. Yaitu dengan hanya membersihkan belek yang tertinggal di tepiannya. 😀

Bahan becandaan bacaan:

NB.
Tulisan ini terinspirasi karena kegeraman melihat mendengar suara ‘byar byur’ dari kamar mandi.

Mungkin kalian pernah juga mendengar cerita yang juga kudengar ini, bahwa ketika musim haji tiba, jamaah haji kita adalah yang pertama-tama diperingati oleh para pemilik hotel dan penginapan di Mekkah untuk tidak boros dalam menggunakan air.

Akhirnya, aku hanya bisa berpesan kepada kalian: pergunakanlah air bersih secara bijak. Karena sebijak-bijaknya orang, adalah dia yang kemudian taat pajak. 😛

12 pemikiran pada “Mandi Air

  1. hahaha emang sih sekarang dimana2 lagi banyak gerakan untuk menghemat air bersih. tapi kalo lagi udara dingin, emang enak berlama2 dibawah shower pake air anget yang rada panas gitu sampe beruap. nikmat banget dah… 😀
    apalagi kalo showernya kenceng, trus jatohin pas di bahu dan leher. berasa kayak dipijit. hehehe.

    Suka

    1. makanya orang Jepang sukanya berendam di Ofuro… air sebak 200 liter itu bisa buat satu keluarga. Abis itu dipakai untuk cuci baju loh. Orang Jepang suka mandi, tapi tetap hemat 😀

      Suka

      1. Oh, iya. Pernah diceritain hal yang semacam itu juga. Hebat. Ah, tapi lebih hebat lagi di sini, Bu. Air bekas cuci beras dipakai buat pengganti air susu. 😛 Air tajin yak namanya? 😀

        Suka

  2. Ikan yg tiap hari mandi
    tetep amis kok… !! Lah kucing gak pernah mandi tetep manis. Setujuuu..!! Pas sm lagu favoritku
    Mandi pagi tidak biasa
    Badan bau sdh biasa

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s