Anak Semua Purnama

Tahu kalian aku ada di mana sekarang? Di sebuah warung tenda, mengantre makanan.

Ah, itulah. Gara-gara Anak Semua Bangsa yang baru kubeli tadi siang, jadilah aku kelupaan makan malam. Aneh, memang. Tumben-tumbenan aku tidak mengindahkan perutku yang kelaparan.

Langit kulihat masih mendung saja. Sampai-sampai itu purnama kelihatan malu-malu memancarkan sinarnya. Lantas bagaimana dengan itu khayangan punya bidadari-bidadari cantik? Tak mandilah mereka malam ini. Jadi untung pula, sedang malas-malasnya keluar karena hawa dingin begini soalnya. Rasanya aku bakal malas mengintip pula kalau bidadari-bidadari itu jadi mandi.

Akhir pekan kali ini memang dingin, Saudara. Kan begitu di tempat kalian? Suhu udara di kamarku sampai dua puluh tujuh derajat terus. Di luar, sebentar hujan sebentar kering. Memang bulannya sudah Januari, jadilah wajar kalau hujan terus tiap hari. Kan begitu?

10 pemikiran pada “Anak Semua Purnama

    1. Sekarang sih sudah mulai sedikit terik. Tapi masih dingin. Yaiyalah, di ruangan ber-AC. Hwehe.

      Dinginnya di sono pasti jauh lebih dingin daripada di sini. Hiiii. Kagak bisa ngebayangin. 😀

      Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s