Pujian Pujangga

“Ia tak menjawab, hanya memandang padaku jua. Kuletakkan kembali kepalanya ke bantal. Bentuk hidungnya yang indah itu menarik tanganku untuk membelainya. Ujung-ujung rambutnya berwarna agak coklat jagung, dan alisnya lebat subur seakan pernah dipupuk sebelum dilahirkan. Dan bulu matanya seperti sepasang kejora bersinar di langit cerah, pada langit wajahnya yang lebih cerah.”

Bumi Manusia oleh Pramoedya Ananta Toer

Andai aku bisa merangkai kata-kata pemujian yang indah semacam ini, aku sudah akan melamar menjadi pujangga. Haha.

8 pemikiran pada “Pujian Pujangga

      1. waaah Bumi Manusia harus dikhatamkan…. paling menarik dari ke 4 buku PAT. Tapi itu penilaian aku, ada yg bilang bahwa Rumah Kaca yang paling bagus. Aku tinggal Rumah Kaca yang belum baca, padahal suamiku sudah hahaha

        Suka

        1. Iya, makanya itu, Bu. Saya sedang berjuang keras untuk mengkhatamkan buku itu. Semangat! Setelah baca keempat-empatnya, barulah saya komentar buku mana yang paling menarik. šŸ˜€

          Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s