Bu Lis

Kuperlukan sebuah buku tulis kecil yang ringkas dan plesirable \dapat dibawa ke mana-mana\ untuk mencatat hal-hal penting menyangkut pekerjaan. Misalnya untuk mencatat kejadian-kejadian lucu dan penting ketika dalam rapat, untuk menggambar bebas ketika dalam rapat aku mengalami kebosanan, dan lain sebagainya.

Maka aku pun pergi ke toko buku yang dikatakan sebagai Gramedia Matraman. Di sanalah aku memulai petualangan mencari buku tulis yang kuperlukan.

Pada suatu saat, tibalah aku di sebuah lorong di antara dua rak. Kutemukan ini:

Buku Tulis Kokuyo Bunkobon Note
Buku Tulis Kokuyo Bunkobon Note

Buku itu adalah buku tulis Kokuyo seri Bunkobon Note. Kalian tahu kan bunkobon? Silakan baca postingannya Ibu Imelda untuk sedikit menambah ilmu.

Buku tulis tersebut bagus. Kertas putih polos tanpa garis. Di tepi luarnya terdapat garis-garis kecil yang berguna untuk peng-index-an. Jadi kalian bisa menandai di bagian ini dengan penyorot \highlighter\ atau spidol warna kemudian menuliskan keterangannya pada lembar index yang tersedia. Sebuah ide yang cemerlang dalam pembuatan buku tulis.

Jadi sebenarnya buku tulis tersebut sangatlah cocok untuk memenuhi kebutuhanku. Akan tetapi, aku urung membelinya. Mengapa?

Karena, kau tahu berapa harganya, Saudara? Lima puluh ribu rupiah kembali dua ribu! Mahal sekali, bukan?

Karena, kutemukan buku tulis berikut ini di belahan toko yang lain:

Buku Tulis Lucu 'Chick' dan 'Racoon' 122 x 128 mm
Buku Tulis Lucu 'Chick' dan 'Racoon' 122 x 128 mm

Lucu sekali bukan, Saudara? Harganya jauh lebih murah dibandingkan buku Kokuyo tadi, yaitu Sepuluh ribu lima ratus rupiah!

Kertas di dalamnya putih kekuningan. Sedikit lebih tebal dibandingkan buku Kokuyo tadi, namun permukaannya kurasakan tidak jauh berbeda. Seharusnya dengan begitu tidak membuatku dalam masalah ketika akan mencoretkan sesuatu di atasnya, baik dengan pensil, pulpen, atau spidol. Hanya ukurannya yang membuatku kurang sreg: 122 x 128 mm. Nyaris persegi!

Kuputuskan untuk membeli buku ini dua sekaligus!

Tapi, sejatinya aku sungguh menyesal, Saudara, tidak membeli buku tulis Kokuyo Bunkobon tadi. Apa yang harus kulakukan, Saudara? 😦

NB.
Beberapa tahun terakhir ini kusaksikan serbuan stationery dari Cina dan Korea yang murah meriah menyerbu tanah air. Produk Jepang? Ah, mahal sekali. Lantas bagaimana dengan produk dalam negeri? Bukankah hutan Kalimantan berikut orangutannya adalah milik Indonesia?

13 pemikiran pada “Bu Lis

  1. eh, kalau saya sih bakalan nabung dulu buat beli buku kokuyo itu, daripada beli buku ayam&racoon tapi kurang sreg di hati~ 😳

    Suka

  2. eh, emang itu bonkubon? kok kliatan gede ya?

    notesku saat ini inspira warna pink keunguan, beli di gunungagung 25rb kembali 2rb…

    pengalaman: sudahi beli notes yg kekanakan, soale pas dikeluarin orang2 pada memandang dengan wajah mengernyit 😦

    Suka

    1. Oh, jadi begitu ya, Mbak? Baiklah, dengan begitu, aku mantap akan membeli bunkobon note yang itu! (rock)

      Iya, itu emang ukuran bunkobon, Mbak. Silakan aja lihat di situsnya.

      Suka

  3. nambahin: dulu pernah beli notes di the daisho arthagading…mayan kok cuma 22rb (kan all item 22rb) aku suka banget tapi sekarang dah penuh

    dan sekarang suka banget sama inspira-ku… hard cover dg isi kertas putih tebal dan garis2 yg rapi *ngiklan

    Suka

    1. Notes-nya emang kek mana? Kalau yang inspira, yang pake jilidan besi melingker itu, kan? Kenapa gak beli lagi di the daisho, Mbak? Pan lumayan tuh, selisih seceng. 😀

      Sekarang udah gak suka ama buku tulis yang bergaris, Mbak. Kek anak kecil aja. Yang polos, dong. Biar lebih kreatif. Nulis bisa sesuka hati. Spasi bisa sekecil mungkin. Mau coret-coret atau bikin gambar juga lebih leluasa. Grafik dsb juga gak masalah. Layout-nya pun jadi terserah kita. Hidup polos!

      Suka

      1. sayangnya aku blm pernah nemu yg polos (atau ga serius nyari ya?!) sejak nikah jarang punya kesempatan jalan2 keluar (kan lgsng hamil) apalagi sekarang sejak ada nindy…

        inspira-nya kaya buku biasa kok..bukan jilid spiral

        Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s