Sam Tong

Pada suatu pagi yang cerah, burung-burung gereja bercicit riang di atap rumah. Seorang pemuda membuka pintu rumah lantas pergi dengan gagah.

Sesampainya di sebuah halte…

Pemuda itu pun mengambil roti yang baru dibelinya di sebuah minimarket yang tidak pernah tutup sekalipun tanggal merah. Tanpa menghiraukan anak kecil di sebelah yang sedari tadi menatap penuh harap, sang pemuda kita ini terus saja mengunyah.

Roti pun habislah sudah…

Dengan sekotak susu sapi segar, pemuda tadi melepaskan dahagah. Maka menjadi hairanlah ia ketika menyadari bahwa di halte tersebut tiada satu pun tong sampah.

Sampah pun ia masukkan ke dalam tas…

===

Saudara sekalian, bagaimanakah kiranya apabila kalian menjadi sang pemuda? Sampah tadi akan kalian apakan? Apakah dibawa pulang sebagai buah tangan? Dimasukkan ke dalam tas orang? Ataukah ditinggalkan di kolong halte?

4 pemikiran pada “Sam Tong

  1. Insya Allah akan saya buang di tempat sampah yg bisa saya temukan dalam perjalanan. Kalau sama sekali nggak menemukan tempat sampah, maka akan saya simpan dulu di dalam tas, lalu saya buang di tempat sampah rumah. Biasanya sih begitu, hehe….

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s