Buku Mahal

Oke. Sekarang mari kita bahas mengenai jawaban postingan kemarin.

Bagi yang menduga buku Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer lebih mahal daripada buku Teori Semantik (Edisi Kedua) karya Jos Daniel Parera, aku ucapkan selamat karena kalian betul. Namun bagi yang menduga sebaliknya, janganlah berkecil hati dahulu, karena tidak sepenuhnya kalian salah.

Buku Bumi Manusia aku beli seharga Rp76.500,00 dari harga awal Rp90.000,00 dipotong diskon 15%. Sementara itu, buku Teori Semantik aku beli seharga Rp75.225,00 dari harga awal Rp88.500,00 dipotong diskon 15%. Jadi harga kedua buku ini cuma selisih Rp1.275,00.

Dilihat dari sampul bukunya, tentu saja aku dapat mengatakan kalau sampul buku Bumi Manusia lebih bagus daripada buku Teori Semantik. Bukan hanya tentang desainnya, dari bahan dan segi pengerjaannya pun lebih bagus yang Bumi Manusia. Sampul Bumi Manusia kertasnya lebih tebal, dan ada cetak timbulnya segala. Sementara buku Teori Semantik serasa standar sebagaimana buku teks pada umumnya.

Dari isinya, buku Bumi Manusia pun jauh lebih bagus: kertasnya lebih tebal dan kualitasnya lebih unggul (menggunakan kertas entah jenis apa namanya, tetapi yang tidak putih terang melainkan kekuning-kuningan). Mengenai penataletakannya (layout), aku rasa tak perlulah kita bandingkan, karena yang satu adalah buku fiksi yang sudah tentu tidak banyak gaya dan yang satu lagi adalah buku teori yang lebih kaya akan gaya.

Sekarang kita tinjau dari segi ukurannya. Bumi Manusia berukuran 200x130x30 mm dengan halaman terakhir berangka halaman 535. Teori Semantik berukuran 240x157x13 mm dengan halaman terakhir berangka halaman 287. Jadi teranglah, dari segi ukuran Bumi Manusia mengungguli Teori Semantik nyaris dua kali lipatnya.

Dari itu semua, Bumi Manusia mengungguli Teori Semantik dengan mutlak. Tetapi mengapa harganya cuma terpaut sedikit sekali?

Sekadar catatan, buku Teori Semantik yang kubeli itu adalah satu-satunya yang ada di toko buku tersebut. Kondisinya sudah tidak berbungkus plastik dan sampul depan bagian bawahnya sedikit lecet. Buku Bumi Manusia, karena cetakan baru (2011), maka persediaannya masih banyak dan cling.

4 pemikiran pada “Buku Mahal

  1. Benar juga dugaanku, bukunya Pramoedya lebih mahal.
    Gak bisa dipungkiri, sampul menjadi salah satu penarik untuk membeli buku atau menafsirkan buku itu mahal atau tidak.
    Tapi, knapa harganya cuma beda sedikit ya?

    Suka

    1. Nah, itulah pertanyaan selanjutnya. Mengapa seperti itu?

      Kalau dihitung-hitung lagi, sebenarnya dengan kondisi bahan buku dan besar atau volume (luas x tinggi) buku, buku Teori Semantik tentunya lebih mahal daripada buku Bumi Manusia.

      Suka

    1. Betul sekali, Bu. Karena memang buku-buku teori biasanya mahal-mahal. Entah pula mengapa harganya sampai segitu. Di beberapa toko buku daring saja, buku yang Teori Semantik ini dipatok harga nego, Bu. Lucu jadinya. 😀

      Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s