Hakimilah Buku dari Sampulnya

Hari Ahad kemarin aku menyempatkan diri menghadiri Klub Buku yang diadakan oleh Goodreads Indonesia. Temanyalah yang menarikku untuk pergi ke TMBookstore Detos, Depok, pada hari itu. Adapun tema pertemuan kali itu adalah “Arti dan Peranan Sebuah Sampul Buku”.

Menghadirkan seorang editor merangkap penulis dan seorang desainer sampul buku dari dua penerbit (penerbit kakak beradik, sepertinya), aku rasa sudah cukup untuk memuaskan rasa penasaranku mengenai sampul buku. Sekalian pada hari itu aku juga berencana berbelanja buku. Maka di toko buku itulah aku Ahad kemarin itu (dan membolos tugas piket).

Dari acara itu aku beroleh kesimpulan bahwasanya setiap sampul buku memiliki proses kreatifnya hingga menjadikannya sedemikian rupa. Tak ubahnya seperti hasil karya desain visual lainnya semacam poster atau pamflet.

Yang membuatku tercengang adalah ternyata untuk buku-buku terjemahan, karena lisensi sampulnya relatif mahal, maka yang dibeli adalah lisensi isi buku. Sampulnya kemudian dibuat ulang dengan konten yang berbeda. Memang ada beberapa buku terjemahan yang dibeli lisensinya oleh penerbit sekalian dengan sampulnya. Itu pun kalau sampul dari luar negeri tersebut dirasa tidak akan ada yang lebih bagus lagi kalau dibuat baru, dan sudah sesuai dengan tren sampul di pasar Indonesia.

Nah, Saudara. Dari dua sampul buku yang kubeli hari Ahad itu juga, manakah kira-kira yang harganya lebih mahal?

Sampul Buku: Teori Semantik & Bumi Manusia

Sampul Buku: Teori Semantik & Bumi Manusia

15 pemikiran pada “Hakimilah Buku dari Sampulnya

  1. Hehe, sudah saya duga akan begini kenyataannya. :mrgreen:

    Bisa ditebak hasilnya, banyak karya2 terjemahan (terutama fiksi-fantasi kesukaan saya) bersampul kurang indah menurut saya. Setelah saya bandingkan dengan sampul edisi asli, ternayta sampul edisi terjemahan (desain dalam negeri) malah terlihat murahan dan kadang desain sampul nggak nyambung dengan isi buku. 😦

    Parah banget, desain sampul buku tampak murahan dan jelek, padahal sang penulis buku di luar negeri sono adalah penulis berbakat dan mendapat banyak pernghargaan… ga jauh beda ama penghinaan sih… 😡

    Suka

    1. Memang buku-buku fiksi-fantasi kesukaan Bung yang Bung maksud itu apa saja?

      Gak melulu lebih jelek dan tampak murahan, Bung. Itu sih tergantung desainer sampulnya.

      Contoh yang waktu acara kemarin juga disampaikan adalah untuk buku The Blonde Lady:

      Bandingkan dengan yang ini:

      Menurut Bung Asop, kira-kira ciamik atau kerenan sampul yang mana? 😀

      Suka

    1. Oh, begitu ya? Memang biasanya dapat rekomendasi dari mana aja, Dek?

      Betul. Sekarang sudah bagus-bagus. Mungkin karena trennya semakin bagus. Jadinya pergi ke toko buku adalah sebuah rutinitas pelepas stres yang menyenangkan. 😀

      Suka

    1. Nanti aku bikin postingan buat ngebahas mana yang lebih mahal. 😀

      Haha. Sama kalau gitu. Aku juga pasti pertama kali lihat sampulnya dulu. Bagus gak, menurutku. Barulah aku lihat sampul belakangnya buat ngelihat ringkasan isinya. Kemudian baru lihat dalemnya (buku contoh) kira-kira bahasanya menarik enggak, lugas enggak.

      Suka

    1. Mengapa bisa berpikiran begitu, Bu? Pasti karena melihat nama Pramoedya-nya jadi ngerasa lebih mahal, begitu, ya? 😀

      Wah, kalau begini baru bagus sebenarnya, Bu. Melihat dari pengarangnya. Tapi kalau saya, toh buku itu untuk koleksi, untuk nanti-nantinya “dipajang”. Jadi semestinya sampulnya harus bagus, gitu, Bu. 😛

      Suka

  2. walaupun telat komennya, karena baru aware sama sampul buku, tapi aku masih kurang dapat informasi nih dari pertemuan goodreadsnya. Masih penasaran sedalem apa dan sepenting apa makna cover sebuah buku dari pembahasan dgn goodread. Soalnya kan temanya, Arti dan Peranan Sebuah Sampul Buku. 😉 masih ingat, kah? ;p

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s