Kebobolan

Dalam waktu tak jauh berselang, gawang Hendro Kartiko untuk kedua kalinya dibobol penyerang dari Qatar. Kedudukan langsung berubah 2 – 0. Maka saluran televisi pun langsung ditukar.

Lantas dimanakah letak nasionalismenya?

Aku pun tertawa. Menertawakan orang-orang yang membanggakan sepak bola menjadi ajang pemersatu, ajang meningkatkan nasionalisme bangsa.

Tak lama kemudian, tak terasa hatiku meneteskan air mata kesedihan.

Farijsvanjava, di tepi sebuah kuburan, pada detik-detik menjelang berakhirnya tanggal cantik 111111.

2 pemikiran pada “Kebobolan

  1. ah persatuan itu harus dimulai dari diri sendiri, keluarga. lalu masyarakat kecil. Jgn berharap pada yg di atas 🙂 Kalau ada apa-apa mereka nomor satu lari ke luar negeri pakai duit mereka yang ditimbun dari korupsi (ah tapi soal ini aku jg tidak bisa berkata krn sudah di LN )

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s