Mbeeeeeeek

Mbek, aku sakit, Mbek. Demam yang semalam, belum turun juga. Malah gara-gara minum susu sapi dua kotak, jadinya aku diare gini, Mbek. Aku musti gimana, dong?

Mana kelaparan gini, Mbek. Warung-warung kok gak pada buka ya, Mbek? Kamu lapar juga gak, Mbek? Ah, kamu mah enak yak, di hadapanmu selalu tersedia rumput.

Ngomong-ngomong, aku boleh minta rumputmu gak, Mbek? 😀

Kamu deg-degan gak, Mbek? Kamu kan bakal segera dieksekusi. Kalau gak hari ini, ya bisa besok, atau besok lusa, atau besoknya lagi. Kamu sudah siap belum, Mbek?

Gak papa kok, Mbek. Gak sakit. Katanya sih begitu. Dari kemarin Pak Jagal aku lihat ngasah goloknya mulu. Sudah pasti tajam itu. Mana nanti kan Pak Jagal nyembelih kamu tepat urat lehermu, Mbek. Jadi gak bakal kerasa, deh. Yah, palingan perih dikit doang karena kulit lehermu kerobek dikit. Tapi kan itu paling sepersekian detik.

Tapi itu baru katanya loh, Mbak. Aku sendiri kan belum pernah punya pengalaman. 😛

Tenang aja, Mbek. Kamu bakalan jadi tunggangan pemilikmu nanti di akhirat sana. Dan, Mbek, kamu sudah pasti masuk surga. Belum tentu pemilikmu itu masuk surga juga, lho.

Mbek, aku tinggal dulu, ya. Perut sudah melilit lagi, nih. Sampai ketemu lagi di surga ya, Mbek. Dadah….

12 pemikiran pada “Mbeeeeeeek

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s