Takbir Kemenangan

Adalah suara takbir yang bertalu-talu lagi menggema yang menyadarkanku bahwa jiwaku masih terkandung di dalam ragaku, dan ragaku masihlah pula menginjakkan kaki di bumi Indonesia.

Perlahan tetapi pasti, pasar swalayan ini akan dipenuhi oleh ibu-ibu yang berbelanja bahan-bahan kebutuhan sehari-hari. Salah satu alasannya adalah karena takut besok segala warung makanan tidak melayani pembeli maupun tukang sayur yang meliburkan diri. Sementara itu, bapak-bapak akan pula menyesaki tempat ini demi mengantarkan sang koki rumah berbelanja bahan makanan.

Takbir ini adalah takbir yang sama yang dikumandangkan oleh para orang-orang yang kelak akan dipanggil Bu Haji dan Pak Haji manakala telah pulang ke kampung halamannya dengan selamat. Mereka yang seharian tadi berkumpul di Padang Arafah adalah termasuk pula ayah dan ibu dari kawannya kawanku. Entah kapan aku akan seperti mereka, berkumpul di tempat paling bersejarah di dunia itu. Maka aku bertekad bahwa suatu hari aku pasti akan ke sana.

Aku pun mengambil susu sapi dalam kemasannya yang kotak. Semoga bisa menjadi penurun demam dan penghilang pegalku. Atas izin Allah, Insya Allah.===

Mengantre demi mendapatkan pelayanan dari Mbakasir Cakep adalah bagian paling menyenangkan dalam belanja di pasar swalayan ini. Meski berada di deret paling belakang dalam antrean yang panjang, tak apalah. Senyumnya lebih membahagiakan. šŸ˜€

===

Dalam perjalanan pulang.
Ramai lalu lintas. Apakah karena ini Sabtu malam ataukah karena esoknya Iduladha?

Dengan iringan aroma bau kambing di sepanjang trotoar, kunikmati alunan takbir yang menggema. Bersahut-sahutan, dari masjid sana ke masjid sana lagi. Tak kalah menenangkannya dengan Concerto for Oboe-nya Mozart.

Di kejauhan sana kulihat kembang api. Indah, sih. Tapi, mengapa kembang api? šŸ˜¦

===

Baiklah. Susu ini harus kuhabiskan. Agar lebih menjiwai karakter kucing, akan kutuangkan ke dalam piring. Mmm. Tolong ingatkan agar aku melakban daguku. Terima kasih.

Mohon doakan aku, Saudara, agar aku selamat esok hari, juga tiga hari setelahnya. šŸ˜€

4 pemikiran pada “Takbir Kemenangan

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s