Surat Kotak Teruntuk Adinda: Apa Kabar, Usia?

Dear Amela di Kota Semerbak,

Setelah menyimak apa yang dikau katakan di sini, aku pun lantas meninjau ulang apa yang sudah menjadi patokanku, yaitu ‘nilailah buku dari sampulnya’.

Bahwasanya seseorang berpenampilan sebagaimana penampilannya terwujud adalah dengan penuh harap agar orang lain menilai dia sesuai dengan penampilannya tersebut. Maka beginilah aku, seorang lelaki yang sering disebut ‘si manusia akar’ atau ‘lelaki kambing’ hanya karena terdapat segumpal jenggot pada daguku.

Sejatinya aku hanyalah ingin dihargai dan dinilai lebih dewasa daripada yang sebenarnya, Amela. Tak ingin aku disebut sebagaimana kedua sebutan di atas. Karena bagaimanapun sebutan yang terakhir tersebut membuatku tiada merasa aman berkelana pada saat-saat menjelang Idulkurban seperti sekarang ini.

Sebelum menjawab pertanyaanmu, aku akan bertanya terlebih dahulu kepada Amela, bagaimanakah kau mengira aku setua apa? Berapa yang kau taksir, duhai Amela, mengenai usiaku? Semoga tiadalah jauh berbeda antara angka yang engkau perkirakan dengan usiaku yang sesungguhnya.

Betapapun aku memang sedikit meleset dalam menebak berapa kira-kira usiamu, Amela. Membaca komentar-komentarmu di blog ini, ataupun membaca tulisan-tulisanmu di Dunia Pagi, aku menduga usiamu tak jauh berbeda dengan usia kebanyakan siswi lulusan SMA. Namun tak kukira dan tiada kusangka, rupa-rupanya kau telah bermatang usia, dan hinggap di kota yang jauh pula. 😛

Dunia ini memang sempit karena penuh dengan penghuni berbadan lebar sepertiku, Amela. Maka tiada kusangka bahwa engkau adalah juniorku, yang kini sedang menaik jenjang untuk menjadi penjaga keuangan negara. Tiada kusangka pula bahwa engkau adalah kawan dari seseorang yang kukenal. Dialah Anas yang pernah makan sepiring pizza denganku, Amela.

Semoga kesukaan kita yang sama akan eskrim akan semakin mendekatkan hati kita serta mempererat jalinan kasih di antara kita. \Halah.\ Kiranya apabila engkau menginginkan sepotong eskrim, maka bolehlah meminta kepada Saudara Anas. 😀

===

Tulisan ini diikutkan Giveaway Suka-suka Dunia Pagi.

===

NB.
Tahukah dikau, Amela? Tulisan ini sempat kutinggalkan dalam keadaan naskah selama kurang lebih satu jam demi mendapati sebuah pernyataan yang sangat mencengangkan. Adalah seorang ibu muda yang membuat pernyataan tersebut, bahwa aku terlihat masih muda dan menduga memang pantas kiranya kalau aku belum berumah tangga. Oh, senangnya hatiku…. 😀

24 pemikiran pada “Surat Kotak Teruntuk Adinda: Apa Kabar, Usia?

  1. hemm saya nebaknya sih di akhir 20 atau awal 30.. mari ambil jalan tengah.. 27?

    ha? kawan dengan Anas? Anas yang itu.. Anas yang itu? hahaha…

    kayaknya masuk kategori 3 saja ya mas..
    soalnya kayaknya mas baca tulisan terbaru saya deh, ga mencet Random post sesuai ketentuan kategori 2.. hehhe
    setuju ya? setuju ya? masukin kategori 3 ya.. 😀

    Suka

    1. Waduh. Jalan tengah kok 27? 😦

      Kita mah selisih gak jauh-jauh beda. Selisih tiga tahun beberapa bulan saja kita. 😀

      Ya Anas yang itu. Anas yang ananas. 😛

      Terserah jurinya deh masuk kategori mana. Tadi sih pakai Random Post kok. Lha kok ndilalah dapetnya yang postingan terbaru. 😀

      Suka

  2. hmm.. ikutan nebak gak yaaaa? hihihihihi.. ndak ah.. saya pura-pura pas ajaa.. dari pada nanti nebaknya kebanyakannn.. hohohohoho..

    tapi, omomgenitnya bukan kamu kan mas? bwahahahahaha :mrgreen:

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s