Mendung Mistis

Langit menggelap. Bahkan sudah sangat gelap ketika aku melangkah keluar gerbang kantor tadi. Mendung menyelimuti bumi Rawamangun. Sepertinya musim penghujan sudah tiba.

Adalah aroma penuh bau kambing yang menjadikan sore ini semakin mistis dan beraura magis. Maka bau badanku yang belum mandi ini pun tersamarkan. Dalam keadaan begini, haruskah aku berucap syukur atau menyumpah serapah?

Satu langkah kakiku memasuki gerbang rumah adalah ketika hujan mendadak turun dengan derasnya. Apakah pada saat itu tanggul bengawan di khayangan sana runtuh hingga mengakibatkan air surga bertumpah ruah di sini?

Aku pun dalam hati berucap syukur tak hanya karena aku tiba tepat sesaat sebelum hujan turun, tetapi pula karena Tuhan telah merahmati bumi dengan hujannya.

2 pemikiran pada “Mendung Mistis

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s