Cerita Terinspirasi Kisah

Baiklah, Saudara. Apa yang hendak kusampaikan di sini adalah terinspirasi dari penuturan seorang kawan yang berkisah tentang sepotong kue hidupnya tempo hari kemarin. Gaya bahasanya dalam menceritakan sebuah tutur dan menuturkan sebuah kisah sedikit banyak akan memengaruhi gaya penyampaianku di sini.

Langsung saja. Beberapa hari kemarin yang mana aku terundang untuk menghadiri sebuah pesta Unduh Mantu keluarga Pak Bambang aku memiliki sebuah fragmen kecil dalam hidupku yang mengharukan sekaligus membahagiakan. Begini ceritanya…Pada suatu sore itu aku hendak mengunci pintu kamar untuk berangkat ke tempat berlangsungnya acara dimaksud. Bunyi klik di dalam ibu kunci pintu kamarku baru terdengar satu kali dari yang biasanya dua kali ketika gegaduhan itu memecahkan kesunyian rumah. Bug prak…!

Apakah yang sesungguhnya telah terjadi, Saudara? Rupa-rupanya bunyi gegaduhan tadi diikuti oleh teriakan seorang wanita yang suaranya kukenal baik. Wanita itu adalah Ibu Cuci yang mana ternyata telah menderita sekian parah akibat terkena sesuatu.

Setelah kuhampiri tempat kejadian perkara, aku menyadari bahwasanya kaki kanan Ibu Cuci telah tertimpa tape yang begitu besar. Hal itu tentu saja yang membuatnya berteriak sehisteris mungkin sehingga kaki kanannya tersebut mengeluarkan darah dalam jumlah yang wajar.

Singkat kata singkat cerita, aku mendapati mata telanjangku sedang menatap seorang suster perawat nan ayu di rumah sakit yang kala itu sedang berjuang keras menenangkan Ibu Cuci dalam kehisteriaannya. Sedang di sebelahnya, dalam ujung mata kuketahui ada seorang dokter berkepala botak sedang mengarahkan sesuatu benda lancip ke bagian tubuh tertentu dari Ibu Cuci.

Maka daripada itulah, pada malam itu aku gagal makan gratis di sebuah restoran di bilangan Jagakarsa tempat berlangsungnya prosesi unduh mantu keluarga Pak Bambang tersebut. Ini ceritaku, apa ceritamu? 😀

2 pemikiran pada “Cerita Terinspirasi Kisah

  1. Saya menikmati Minggu yang tenang, setelah hari Sabtu seharian KO gara-gara urusan E KTP…betapa nyamannya istirahat di rumah.
    Kecelakaan memang tak terdua, bahkan bisa terjadi di rumah sekalipun.

    Suka

    1. Betul sekali, Bu. Maka waspadalah, waspadalah… 😀

      Ahadnya saya kumpul-kumpul bareng kawan-kawan di Radix Pizza House, Bu. Lumayan, ada yang sekalian baby show alias pamer bayinya. Hwehe. :p

      Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s