Kaki Kanan Istri vs Kaki Kiri Suami

Pincang. Kaki kiriku terkilir atau bagaimana, sakit sekali tepat di belakang lutut. Maka sepanjang perjalanan pulang tadi aku berjalan dengan sebagian besar waktu berat badan kutumpu pada kaki kanan. Sesampainya di rumah, giliran kaki kananku yang pegal.

Sepertinya aku harus giat berlatih, dan minum *ilo setiap hari! πŸ˜›

Suami dan istri seperti kaki kiri dan kaki kananku. Jika istri sakit, maka suamilah yang ‘merampas’ semua pekerjaan rumah tangga. Mulai dari mencuci pakaian hingga menyetrika. Mulai menyapu latar hingga mengepel rumah. Mulai memasak hingga menghabiskan makanan. #eh

Apabila itu berlangsung lama, suami ikut-ikutan sakit.

Itulah gunanya sinergi dan saling melengkapi. Sebisa mungkin jangan saling menggantikan, karena betapapun apabila kelamaan maka kedua pihak akan sama-sama patah tulang.

Salinglah berbagi tugas. Semisal istri yang mencuci pakaian, suami yang menyetrika. Istri menyapu latar, suami mengepel rumah. Istri memasak, suami yang menghabiskannya. πŸ˜€

8 pemikiran pada “Kaki Kanan Istri vs Kaki Kiri Suami

  1. Hihihi, saya pernah tuh seperti itu, saya sakit dan suami akhirnya ngehandle semua kerjaan saya juga. Setelah saya sembuh, giliran suami yang sakit. Hehe

    Dimana-mana pasti suami yang menghabiskan makanan πŸ˜†

    Suka

    1. Haha. Untunglah ada yang “membenarkan” ucapan-ucapan ngawur dari seseorang yang tidak/belum berpengamalan sepertiku. πŸ˜›

      Ada tuh, suami pemakan makanan sisa: suami ibubosku. Ibubos beserta anak-beranaknya kan tidak suka makan. Jadilah kalau acara makan di luar sekeluarga, suami ibubos gak mesan makanan. Tapi nunggu ibubos beserta anak beranaknya “selesai” makan, lantas suami ibubos yang menghabiskan segala sisanya.

      Terbacanya seperti sadisme atau gimana gitu, ya? Tapi memang begitulah perjuangan seorang Pahlawan Pembela Hak-hak Makanan: tak boleh ada satu butir nasi pun yang tersisa. πŸ˜€

      Suka

  2. Teori dari mana itu, kamu kan belum bersuami >.<

    Suami saya justru selalu ninggalin sepertiga makan malamnya buat saya, jadi klo sore dah janjian dulu, suami mo makan di rumah ga. Klo iya, saya makan malamnya nungguin sisa suami (yay). Sesuatu bgt yah, makan sisa suami dan anak ajah bisa naik 6 kilo (tears)

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s