Terbawa dari Kota Gudeg

Sungguh kenangan yang istimewa bepergian ke Yogyakarta tempo hari kemarin.

Berikut ini adalah beberapa kepingan kenangan tersebut. Tentu saja yang ingin kutunjukkan kepada kalian di sini adalah yang aneh-aneh atau yang absurd. 😛

Bencong Pengamen Ewer-Ewer
Bencong Pengamen Ewer-Ewer

Sudah banyak kudengar dari rekan-rekan kantor tentang legenda hidup Bencong Pengamen Ewer-Ewer yang seringkali muncul di kereta api ekonomi tujuan ke Yogyakarta. Katanya sosok itu akan muncul saat pagi tatkala kereta melintas di daerah Wates.

Ternyata, Alhamdulillah yah, dapat kusaksikan sendiri sosok tersebut, Saudara. Entah sosok ini adalah penampakan asli Bencong Pengamen Ewer-Ewer ataukah hanya KW-nya, karena betapapun telah dua bencong pengamen menyelipkan mantra “tak ewer-ewer”, hanya sosok ini yang berhasil tertangkap kameraku.

Bencong Pengamen Memantra "Tak Ewer-Ewer"
Bencong Pengamen Memantra "Tak Ewer-Ewer"

Langsung meloncat pada suatu malam di Alun-Alun Kidul (Alkid) Keraton Yogyakarta. Alkid pada malam hari itu terbuat dari mobil-mobilan yang kami sebut ‘Odong-Odong Self Service’ yang berkerlap-kerlip warna-warni dan betis yang hampir terserang varises karena aku meng-genjot-nya keliling lapangan.

Odong-odong Self Service Doraemon
Odong-odong Self Service Doraemon

Seru sekali, Saudara, mengendarai kendaraan rakitan semacam ini. Meski capek, tetapi bahagia pastilah kita dapatkan jikalau tertawa riang bersama kawan-kawan.

Capek Terbayar Karena Bahagia
Capek Terbayar Karena Bahagia

NB.
Sekadar mengingatkan, sosok manusia yang duduk paling depan itu adalah manusia yang sama yang pernah diupili oleh monyet kebun binatang Ragunan (silakan periksa di postingan Farijs van Java Gaat Naar de Dierentuin Deel Twee). Foto yang bertakarir Monyet Ngupil dalam postingan tersebut rupa-rupanya sempat menjadi tenar di alam maya ini setelah beberapa kali tampil dalam forum-forum internet, menjadikan sosok manusia yang ada di foto tersebut kondang bak selebritis dadakan. 😛

Keesokan paginya menyaksikan akad pernikahan Pak Bambang dan Bu Bambang. Berikut adalah beberapa ke-geje-an yang dilakukan oleh kedua mempelai:

Mempelai Perempuan Menjadi Fotografer Dadakan
Mempelai Perempuan Menjadi Fotografer Dadakan

Mempelai perempuannya malah memfoto kawan-kawannya yang menjadi pengiring dengan kamera ponsel. Harusnya kan pengantinnya yang difoto ya, Saudara. Ini malah kebalikan. Dasar manten geje.

Sementara mempelai laki-lakinya melakukan keisengan dengan menjadi photo bomber tatkala kawan-kawannya sedang berpose hendak melakukan foto bareng (tanpa mempelai).

Mempelai Lelaki Melakukan Keisengan
Mempelai Lelaki Melakukan Keisengan

Begitulah, Saudara. Kenangan bersama kawan-kawanku ini sungguh teramat berkesan. 😀

4 pemikiran pada “Terbawa dari Kota Gudeg

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s