Perjalanan The-Penampakanz Band Episode 4

Iseng melihat-lihat Draft Posts. Eh nemu tulisan ini. Tak terasa, sudah lebih dari tiga tahun. Revisi terakhir tulisan ini kulihat tanggal 10 Juli 2008 pukul 16:58.

Sebenarnya dulu sudah punya ide jalan cerita dan pengkhataman kisahnya. Akan tetapi… Ya sudahlah. Berikut ini adalah sebuah tulisan tak-terselesaikan dari rangkaian kisah garing nan lapuk (langsung dari kotak draft tanpa disunting):

===

Ini adalah episode terakhir dari tetralogi kisah “Perjalanan The-Penampakanz Band”. Setelah dua bulan lebih beberapa hari akhirnya penulis menyelesaikannya juga. Untuk itu pertama-tama penulis ingin mengucapkan puji syukur Alhamdulillâh kepada Allâh Subhânahu wata’âla. Tak lupa pula penulis ucapkan terima kasih kepada kedua orang tua, adik-adik, handai taulan. Juga kepada para guru yang telah berhasil mengantarkan penulis hinga menjadi gak-genah writer seperti sekarang ini. Dan yang lebih penting, penulis ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para pembaca sekalian, para fans The-Penampakanz Band, atas segala cacian dan makiannya yang sungguh menusuk kalbu serta segala sambitan yang ditujukan kepada penulis. Thank you very much. Ateng ngguyu makan tomat. Syukran jiddan. Ahlan wa sahlan. Ilal-liqa’. (^_^)v

Seperti telah dijanjikan dalam ¼ episode sebelumnya, pada episode terakhir ini nantinya akan diceritakan kehidupan pribadi masing-masing personil The-Penampakanz Band, mulai bagaimana karier copetnya FARIJS, kisah cintanya AANK, KRISNAAA dengan sepeda kesayangannya, IRRR dan para babysitter-nya, serta BNGKY dan gitar tuanya. Pada episode ini juga akan dikisahkan awal mula The-Penampakanz Band menampakkan diri di tengah gegap gempita panggung hiburan dunia demitz, bagaimana mereka mulai memasuki dapur rekaman hingga dapur warteg, dst. Jadi tunggu apa lagi, anak muda serta kaum perempuan kudu gabung dan kudu menang! //Yah, kek kampanye salah satu parpol baru bikinan Mister Sys Ente aja. Buru atu Bang Penulis, segera ceritakan kepada kami!//

Pada episode yang lalu terakhir dikisahkan bahwa FARIJS kembali menjadi pencopet. Sebelum benar-benar bergabung dengan sindikat copet, FARIJS diharuskan menjalani masa PKL selama sebulan. Selama sebulan tersebut FARIJS melakukan pencopetan dengan arahan dan bimbingan mBah Dukun HIU. Dalam masa itu FARIJS hanya boleh mencopet anak-anak di bawah usia 17 tahun. Nah, itulah kesulitannya, bagaimana FARIJS harus memprediksi umur seseorang hanya berdasarkan penampilan dan wajahnya. Kadang penampilan kan bisa menipu. Ada banyak nenek-nenek yang gaya berpakaiannya seperti ABG usia 16 tahun, ada pula kakek-kakek yang kelakuannya seperti remaja belasan tahun. Itulah yang disebut oleh Anggun sebagai “Tua-Tua Keladi” makin tua makin menjadi-jadi.

Wajah juga terkadang menipu. Terkadang ada wanita yang sudah tante-tante namun memiliki face seperti masih remaja belasan tahun. Tante-tante yang seperti inilah yang cocok menjadi model iklan produk krim anti-aging. Namun tak jarang, ada pula yang kebalikannya. Gadis-gadis yang masih belia memiliki face seperti tante-tante, bahkan beberapa yang sudah seperti nenek-nenek. Contohnya adalah anaknya Pak Lurah kampung sebelah, si Cincha Lurah, yang meski masih berusia 15 tahun kurang sedikit namun dilihat dari wajahnya sudah seperti ibu-ibu berusia hampir kepala tiga. Waduhaduh™…. //Jangan sampe kena UU ITE, lho Bang Penulis!//

Setelah sebulan menjalani masa PKL tersebut, barulah FARIJS secara resmi diangkat menjadi salah satu anak buahnya mBah Dukun HIU. Sekarang resmilah FARIJS mengantongi SIM alias Surat Izin Mencopet yang dikeluarkan oleh PERCOLEK (Perkumpulan Copet Intelek) se-Jabodetabek. Dalam SIM-nya, FARIJS disebutkan bukan sebagai pencopet kelas teri seperti halnya pencopet-pencopet pemula lainnya, namun FARIJS dikategorikan sebagai pencopet kelas buntek. Agaknya hal ini menyesuaikan dengan postur tubuh FARIJS yang … ya, seperti itulah.

Pada hari itu, hari di mana orang-orang biasa menyebutnya sebagai hari Sabtu, FARIJS sedang menjalankan aksinya sebagai copet di sebuah halte busway di kawasan Sudirman. Sebut saja nama halte tersebut adalah halte Dukuh Atas. Di situ terdapat dua antrean panjang yang tidak begitu rapi khas calon penumpang bus TransJakarta. FARIJS dengan leluasa melancarkan aksi mencopetnya di antara kerumunan orang-orang yang sedang mengantre tersebut. Pada saat yang bersamaan, keluarlah AANK, BNGKY, KRISNAAA, dan IRRR dari busway tujuan Kota. Ya, mereka dikeluarkan secara paksa oleh petugas PAM TransJakarta karena lagi-lagi kedapatan mengamen di dalam bus TransJakarta. Di saat itulah AANK melihat FARIJS sedang merogoh-rogoh tas seorang wanita. Tiba-tiba terbersit dalam benak AANK akan sebuah syair lagu mengenai pencopet. Dinyanyikannya lagu yang baru saja ia ciptakan tersebut:

Begini nasib jadi pencopet
Kemana-mana ngumpulin dompet
Tiada orang yang melarang

Hati senang walaupun tak dapat dompet, ow wow
Hati senang walaupun tak dapat dompet

Apa susahnya jadi pencopet
Setiap hari ngumpulin dompet
Tak pernah hatinya bersedih

Hati senang walaupun tak dapat dompet, ow wow
Hati senang walaupun muka dikepret

Tak seperti biasanya jikalau AANK menyanyi di suatu antrean yang selalu disambut applause oleh para pengantre, kali ini ia tidak digubris sama sekali. Merasa diacuhkan, AANK pun segera menyanyikan lagu baru. Lagu “Nenek Moyangku” versi pencopet:

Nenek moyangmu seorang copet
Berdiri di bis sambil mepet-mepet
Lihat tangannya merembet-rembet
Meraba pantat ia dikepret

Tetap saja tak satu pun pengantre bertepuk tangan ataupun mengacuhkan dirinya (acuh = peduli). Hati AANK terasa seperti dikoyak-koyak anj!ng gila. Sakit, perih. Kasihan….

Sang KRISNAAA yang juga melihat aksi pencopetan yang dilakukan FARIJS tidak tinggal diam. Segera ia raih tangan kanan si FARIJS, kemudian menyeret si FARIJS ke tempat di mana BNGKY, IRRR, dan AANK berdiri.

“Ealah bocah…. Berani-beraninya lu nyopet di hadapan kita-kita ini. Udah bosan idup, lo ye?!” bentak KRISNAAA dengan logat khas betawinya sambil memelototkan mata sipitnya ke arah muka si FARIJS yang innocent itu dengan tangan kanan masih menggenggam erat pergelangan tangan kiri si FARIJS sementara jari telunjuk tangan kirinya masuk ke dalam lubang hidungnya yang sebelah kanan dan kedua kakinya dibuka selebar ½ meter lebih 2 sentimeter membentuk sudut 42 derajat sejajar dengan sumbu x berpotongan dengan garis AB di titik P sehingga ditemukan bahwa kedua kakinya ngangkang dengan pantat terangkat sekitar 3 inchi di mana ia saat itu berada pada ketinggian 2 meter di atas permukaan laut menghadap ke arah utara dengan elevasi sudut 10 derajat…. //Yaelah, ini sebenernya mo ngebahas soal pencopet apa trigonometri, sih? Capek nih ngebayanginnya!//

Dengan mata berkaca-kaca dan muka penuh iba FARIJS berkata, “Ampun, Paduka. Hamba tidak bersalah. Hamba khilaf melakukannya.”

Kemudian FARIJS mendendangkan sebuah lagu dari SEURIEUS Band “Rocker Juga Manusia” versi “Pencopet”:

Mungkin orang menyangka
Ku tak pernah terluka
Tegar bagaikan karang
Tabu cucurkan air mata

Kadang kurasa lelah
Harus jadi pencopet
Ingin kuteriakkan…

Andai mereka tahu
Rasa dalam hatiku
Ingin seperti prabu
Tak perlu kayak babu

Kadang kurasa lelah
Harus jadi pencopet
Ingin kuteriakkan!

Copet juga manusia
Punya rasa punya hati
Jangan samakan dengan
Pisau belati

FARIJS juga manusia
(Tak) Punya anak punya istri
Jangan bawa FARIJS ke
Kantor polisi

BNGKY, IRRR, AANK, dan juga KRISNAAA terpana akan suara FARIJS yang begitu memesona.

“Aje gile! Mantep bener dah, ah. Candil Seurieus aja kalah ini mah,” kata KRISNAAA sambil terbengong. Tak terasa seekor lalat masuk ke dalam mulutnya yang sedang menganga.

“Wong édan! Bagus tenan suarané!” timpal IRRR.

“Iya, yak. Inyong aja sampe tertegun-tegun,” sambung AANK senada.

“Rancak bana! Bagaimano kalau dikau pensiun dini dari pencopet sajo? Alangkah eloknyo kalau dikau gabung dalam grup pengamen kito,” kata BNGKY. Otak bisnisnya mulai bekerja.

“Iye, bener tuh. Daripade lo gw bawa ke kantor polisi terdekat, mending lo tobat mulai dari sekarang. Gabung ame grup ngamen kite. Mau kagak lo?!” ancam KRISNAAA sembari menghunuskan tinjunya ke arah muka FARIJS yang tampan itu.

“Ampun, abang-abang ganteng. Saya khilaf, saya mengaku salah. Saya terpaksa mencopet, karena saya terpinggirkan, tersisih dari pengungsian yang telah membesarkan perut saya. Sebenarnya saya menyesal telah kembali masuk ke dalam dunia nista percopetan. Saya malu. Malu! Mau ditaruh mana muka saya kalau nanti bertemu dengan Jenderal Sudirman? Mau ditaruh mana, Bang? Bang? Kalau bertemu dengan Jenderal Nagabonar, apa kata dunia?!” FARIJS terisak-isak.

“Tenang, Anak Mudo. Kito semua mafhum. Kito semua pasti punyo kesalahan dan maso lalua yang kelam. Makanyo, kito ingin bantu Anak Mudo supayo terbebeas dari dunia gelap percopetan. Gabung sajo samo kito-kito,” bujuk BNGKY.

Singkat kata singkat cerita //aku dan dia jatuh cinta. Cinta yang dalam sedalam laut, lautan luas cinta pun hanyut. Jatuh cinta ayo ta, tahan lama ayo ma, mati aku ayo ku, kurang bumbu. Bumbu rindu ayo du, duduk berdua denganku….// FARIJS akhirnya meninggalkan dunia hitam percopetan. Putus sudah hubungannya dengan sindikat copet bawahan mBah Dukun HIU. Bergabunglah ia dengan grup pengamen tersebut. Jadilah ganjil sudah grup pengamen cikal bakal The-Penampakanz Band itu.

Semenjak masuknya FARIJS ke dalam grup pengamen tersebut, omset mengamen mereka menjadi meningkat drastis. Makin hari makin terkenal saja mereka berlima itu. Malahan mereka sudah memiliki pelanggan tetap: para ibu-ibu yang suka naik metromini salah satu trayek (jurusan sengaja dirahasiakan demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan). Para ibu-ibu penjual sayuran di salah satu pasar tradisional di Jakarta ini (nama pasar juga sengaja dirahasiakan demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan) tidak akan naik metromini kalau tidak ada mereka berlima manggung di dalamnya. Benar-benar khas penggemar fanatik, lah, pokoknya.

Sekarang mereka berlima benar-benar sudah menjadi artis dalam bis, seperti tekad AANK dalam episode 3. Bila mereka manggung di dalam sebuah bus, kernet bus tersebut segera menaikkan tarif busnya dua kali lipat. Penumpangnya bukannya makin sedikit malah makin bertambah. Dahsyatnya mereka berlima! Sudah benar-benar merakyat mereka itu.

Bahkan tak jarang trayek-trayek bus menyewa mereka untuk mengamen di dalam bus mereka seharian penuh untuk menaikkan oplah omzet jumlah penumpang. Dan nyatanya dalam sehari itu bus tersebut tak pernah sepi penumpang. Penumpang yang naik malah makin berjubel. Ada yang berdiri, duduk, dan bahkan jongkok. Justru AANK, BNGKY, FARIJS, IRRR, dan KRISNAAA yang kewalahan karena seharian harus mengamen tanpa henti 24 jam. Welehweleh™…. Bisa masuk rekor MURI, tuh. Atau bahkan GUINNESS BOOK OF RECORD.

Coba kita simak testimonial-testimonial dari para penumpang yang turut menikmati amenan mereka berlima:

“Yahud banget penampilan mengamen mereka. Cakep-cakep lagi, orangnya. Apalagi nyang pake kaos coklat itu. Ganteng banget! Hihihi….” (Tulkiyem, 53 tahun, penjual terasi)

“Lucu. Telutama Abang FALIS ama Abang KLISNA. Kayak badut-badut Ancol. Kekeke….” (Udin, 5 tahun, baru DO lulus TK)

“Biasa saza mereka itu. Tak ada yang istimewa. Di Medan banyak kali pengamen kek mereka, bah! Berlebihan saza kelen itu….” (Ucok, 39 tahun, preman)

“Hmm…. It’s fantastic. Merhekha enak to listen saat hujhan, betchek, ga ada ojhek….” (Lope Lorá, 14 tahun, turis)

Ketenaran grup pengamen mereka berlima meninggalkan iri dan dengki di kalangan grup pengamen yang lain. Karena itu, mereka yang ngiri-dengki-keki kemudian melancarkan fitnah demi fitnah atas AANK dkk. Salah satunya adalah mereka menyebarkan gosip bahwa AANK adalah penjelmaan dari kera Gunung Lawu.

Aank Revolution
Aank Revolution

Kedua, KRISNAAA difitnah telah menikah dengan JAIMUNAH, janda STW //setengah wanita// kaya-raya, demi mendapatkan hartanya.

Krisna Menikah
Krisna Menikah

Ketiga, BNGKY difitnah bahwa dia adalah keturunan dari BENGKYMARU, Sang Siluman Raja Singa, yang pada zaman dahulu pernah membuat keonaran di jagad Sunda Kelapa.

Bengkymaru
Bengkymaru

Keempat, FARIJS difitnah

FARIJS Kurus
FARIJS Kurus

TIADA SELESAI (doh)

===

Bagi yang penasaran dengan kisah-kisah sebelumnya, silakan bisa dilihat melalui tautan-tautan di bawah ini.

Bagaimana, Saudara, setelah membaca kisah tak-terselesaikan ini? Ada minat untuk menyelesaikan?

Dari tulisan ini telah kusadari sendiri betapa teramat berubahnya gaya penulisanku. Entah berubah ke arah lebih baik atau malah sebaliknya. Menurut kalian bagaimana, Saudara?

Tak hanya itu saja. Kusadari betapa dalam kurun waktu tiga tahun lebih ini banyak sekali lemak menempel pada tubuh seksiku. Tanpa sadar, sekarang aku sudah semakin…. Oh, tidak!

6 pemikiran pada “Perjalanan The-Penampakanz Band Episode 4

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s