Selat Baring

Aku terbaring di lantai pagi ini. Cekang tulang belakangku, tungkai kakiku kaku. Aku dipaksa membisu karena iblis seperti hampir merenggut jiwaku.

Aku tahu aku di sini sendiri. Tubuhku terbujur lesu, tak banyak berharap ada yang datang membantu. Dalam pada itu kunikmati keadaanku beberapa waktu.

Tanah di bawah sini memang tak berguncang. Hanya separuh hatiku begitu, sampai memaksaku untuk tertunduk layu. Sementara paruhan yang lain ingin memerikan isyarat untuk tidak menyerah pada suasana.

Akulah pembabil yang tidak sanggup berontak. Aku kecewa karena tak dapat memuaskan inginku untuk mengantarkan sembah sedalam kalbu.

Semoga kekentalan kopi ini sanggup mengencerkan peningku.

Satu pemikiran pada “Selat Baring

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s