Semilir Pagi

Semilir sejuk angin pagi. Anak-anak ayam berceloteh ke sana kemari. Bayi-bayi asyik berjemur di bawah matahari. Seharusnya saat seperti inilah kutuliskan sebuah puisi.

Namun apa yang terjadi? Harus kutunggui dapur seorang diri. Kompor menyala menghangatkan panci. Tak apalah, demi sesuap nasi.

Selamat datang, pagi!

4 pemikiran pada “Semilir Pagi

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s