Buntung

Kemarin adalah saat kumpulan ketidakberuntunganku berlangsung.

Sore hari, karena pening sepulangnya dari kantor langsung aku tertidur. Bangun-bangun pas terdengar suara azan. Bergembiralah aku mendapati bangunku tepat waktu: saat berbuka puasa. Ternyata oh ternyata, setelah kulihat arloji yang masih kupakai, jelas sekali bahwa azan yang kudengar tersebut bukanlah azan magrib, melainkan isya. Tak lama berselang, terdengarlah suara merdu perut laparku yang melegenda.

Ketika berada di pintu kamar, kudapati kelingking kakiku seperti ada yang menusuk. Benar saja, sebatang besi serupa jarum tetapi bukan jarum menancap sekira setengah centimeter ke dalamnya. Membuat sekujur tubuhku pegal, lapar, dan linu. Untungnya setelah kucabut itu batang besi serupa jarum tetapi bukan jarum itu, kakiku tidak berdarah.

Akhirnya berbukalah aku dengan seteguk air putih lantas menyantap sate kambing dengan riang gembira. Hingga pada suatu ketika, pada pertengahan santap malamku itu, tercepluslah olehku sepotong cabe rawit yang menyebabkan aku meronta-ronta kepedasan. Untunglah bapak penjualnya cepat tanggap serta siaga dengan segera memberiku teh manis hangat guna meredakan pedas yang kuderita.

Demikianlah kisah yang kualami pada malam kemarin. Semoga malam ini maupun malam-malam sesudahnya tidak akan kualami kejadian buntung semacam ini lagi. Amin.

Baiklah. Menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh besok, adakah salah satu di antara kalian yang menggelar lomba Makan Kerupuk sambil Batal Massal?

2 pemikiran pada “Buntung

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s