Obrolan Pekan Ini: Ramadan Bulan Penuh Ampunan

Sebuah angkot melaju dengan kencang di sebuah tikungan yang cukup ramai.

Penumpang Angkot: “Bang, Bang, ada yang mau naik, tuh.”

Begitulah, supir angkot pun menghentikan laju angkotnya.

Dari arah belakang seorang perempuan paruh baya tergopoh-gopoh menghampiri angkot, lantas naik ke dalamnya sembari mengomel.

Perempuan Paruh Baya: “Ih, Abang gimana sik? Tadi kan udah bilang ikut.”

Supir angkot pun menyambuti perkataan seorang perempuan paruh baya yang kini menjadi penumpangnya tersebut dengan santai sembari melajukan angkot kembali.

Supir Angkot: “Saya gak denger tadi, Bu. Ya maap.”

Perempuan Paruh Baya: “Eh, gimana sik si Abang? Capek nih jadinya. bla bla bla…

Supir Angkot: “Iya, khilaf saya, Bu. Maap. :D”

Perempuan Paruh Baya: “Oh, jadi khilaf ya? Iya deh, bulan puasa… Dimaapin deh.”

Apakah ini berarti kalau bulan sedang tidak puasa, perempuan paruh baya tersebut tidak akan memaafkan?

4 pemikiran pada “Obrolan Pekan Ini: Ramadan Bulan Penuh Ampunan

  1. sayangnya kata maaf di bulan Ramadhan dan syawal tidak tulus dari hati, ya sebatas seremoni
    ben podho, nek ra podho liyane ndak ra nduwe konco

    Suka

    1. Betul sekali, Jek.

      Tapi ya seharusnya meminta maaf itu gak nanti kalau Ramadan atau Syawal. Ketika berbuat kesalahan terhadap orang lain itulah secepatnya harus langsung meminta maaf, secara tulus tentu saja. 😀

      Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s