Puasa Oh Pusara

Bagaimana hari ketiga ini, Saudara? Masih kuat?

Terkena penyakit awal-awal puasa, nih. Antara lain sering mengantuk, kerongkongan gatal dan panas, bibir pecah-pecah. Kira-kira bagaimana ya mengatasinya?

Mengatasi kantuk, bagaimana, Saudara? Tentu saja obat kantuk yang paling mujarab adalah tidur. Tapi tidak boleh tidur melulu, kan? Cukuplah tidur setelah tarawih sampai tiba waktu sahur.

Sesudah subuh diusahakan jangan tidur lagi. Karena berdasarkan pengalamanku, tidur setelah subuh semacam itu seringnya mengalami mimpi yang aneh. Lantas ketika bangun, kepala menjadi pening. Keadaannya sama seperti ketika tidur setelah asar sebelum magrib. Mengapa, ya?

Kerongkongan panas, bibir pecah-pecah, apakah itu memang akibat kurang vitamin C? Apakah ini gejala panas dalam? Lantas panas dalam itu sendiri sejenis penyakit apa? Duh, siang ini pertanyaan-pertanyaan semacam ini bermunculan di kepalaku. Makin pening jadinya.

Semoga ini hanyalah hambatan-hambatan pada awal bulan Ramadan. Pekan depan pasti sudah terbiasa dan badan kembali segar dan bugar.

Kalau sudah begitu, tinggal godaan-godaan akhir bulan Ramadan yang menanti kita. (doh)

Semangat! πŸ˜€

8 pemikiran pada “Puasa Oh Pusara

  1. Hehehe, tubuh masih menyesuaikan diri di awal2 puasa. πŸ˜€
    Nanti kalo udah di pertengahan ato di akhir, tubuh udah terbiasa. πŸ˜‰

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s