Kopi Pencabut Nyawa

Cuuuurrr…

Air panas dari dispenser mengalir ke dalam cangkir, membuat bubuk kopi kesukaanku kegirangan hingga meneriakkan keharuman-keharuman yang khas. Enak sekali.

Kuaduk kemudian agar gula pasir terlarut dengan cairan kopi.

Secangkir kopi hitam yang manis ada di atas meja kerjaku. Wangi aromanya semerbak menusuk hidung. Inilah satu-satunya harapan terakhirku agar kantuk tidak mengkhatamkan riwayatku.

Jam burung hantu di sebelah tumpukan berkas itu sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Sementara monitor masih saja menampilkan angka-angka dalam kotak-kotak tabel; banyak sekali.

Mata sayuku harus kupelototkan agar dapat dengan jelas melihat deretan angka-angka rupiah ini. Harus kutemukan sesuatu agar perusahaan kecilku tidak gulung tikar.

Kuseruput kopi panas yang nikmat itu sesekali. Aromanya yang menyengat langsung bergegas masuk ke dalam lubang hidungku; sedap sekali.

Entah mengapa, semakin lama kurasakan semakin berat kepalaku. Kusandarkan sebentar pada tumpukan berkas-berkas sekadar rehat sejenak. Entah mengapa pula tiba-tiba perutku mual seperti hendak muntah.

Sejak cairan pahit berbusa itu keluar dari mulutku, berkunang-kunanglah kepalaku.

===

Korban:

Aji Semiro, Direktur CV Timbul Tenggelam

Dugaan:

Keracunan cairan pembasmi nyamuk

Investigasi sementara:

Korban terlalu banyak meminum kopi sehingga menyebabkan halusinasi. Cairan pembasmi nyamuk dikira sebagai air panas dan digunakan korban untuk melarutkan bubuk kopi.

10 pemikiran pada “Kopi Pencabut Nyawa

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s