Sinyal Membikin Siyal (SMS)

Kemarin adalah hari Selasa yang tidak biasa.

Setibanya di kantor pagi-pagi sekali Kak Ria, ponselku tercinta, \yang meski telah beberapa kali kuinjak, kutindih, dan kubanting secara tidak sengaja tetapi tidak kena suatu apa pun,\ tidaklah memperoleh sinyal barang sebatang pun. Indikator sinyal di layar menandakan bahwa Kak Ria tidak mendapatkan suatu layanan dari operator langgananku, sebut saja Ime.

Kukira ini hanyalah bersifat sementara. Namun sampai siang, bahkan ketika aku sudah menyelesaikan sarapan dan hendak makan siang, tidak ada satu batang pun muncul dari indikator sinyal tersebut.

Kucobalah cara paling klasik untuk mengatasi segala masalah yang timbul pada peralatan elektronik, yaitu digetok-getok. Usaha tersebut sia-sia belaka. Padahal cara ini sungguhlah mujarab untuk menyembuhkan berbagai masalah yang menimpa Nukiyem \ponsel saya yang lama\ dulu.

Kemudian kucobakan cara yang sedikit lebih modern, yaitu mengangkat Kak Ria tinggi-tinggi. Tidak ada sinyal yang didapat, melainkan kurasakan tiupan angin menerpa ketia*ku yang pertahanannya sedang lemah karena lengan kunaikkan.

Kucobakan cara yang lebih modern lagi. Kali ini Kak Ria kumatikan. Kukeluarkan baterai dan kartu operator dari dalam tubuhnya. Kutidurkan dia sampai beberapa lama. Lantas kupasang kembali kartu operator beserta baterai ke tempatnya semula. Kunyalakan kembali Kak Ria. Apa yang terjadi, Saudara-saudara? Masih tetap tidak ada layanan! (doh)

Baiklah, kutunggu saja sampai malam. Mana tahu sinyal kembali setelah capai bermain di luaran seharian.

Sudah malam, ternyata masih belum kembali juga sinyalnya. Kusuruh saja orang untuk menelepon orang dari operator. Kata orang operator, ada kemungkinan kartuku rusak. Maka harus diganti.

Bisa, ya, kartu operator itu rusak lantas tidak mendapatkan sinyal?

Berhubung besok sesaat sebelum subuh aku harus bergegas ke bandara, tidak ada waktu bagiku untuk mengurusi hal-hal njlimet semacam ini. Sudahlah, beli saja kartu operator yang baru. Setidaknya untuk sementara.

Oh, iya. Baru saja aku mendapatkan informasi bahwa di Sorowako tidak ada sinyal dari operator seluler apapun selain Telkomse*. Apa?! Semacam apa pula ini? Apakah ini monopoli?

Tentu saja aku mafhum akan kenyataan semacam ini. Pastilah operator seluler lain tidak/belum mampu mengirimkan sinyalnya sampai ke sana.

Baiklah, dengan amat sangat terpaksa akan kubeli kartu operator dari Telkomse* itu. Semoga lancar. Amin.

 

12 pemikiran pada “Sinyal Membikin Siyal (SMS)

  1. ah, aku juga baru ganti nomer. nggak tau yang salah kartunya yang gak mau ada sinyal, padahal terdeteksi ada kartu masuk. tapi untunglah kayaknya memang kartunya yang salah, jadi gak perlu ganti hape. ah iya, nama hapenya lucu deh mas “kak Ria”, manis sekali 😀
    nama hapeku : tulkijo.

    Suka

  2. hehehe, makanya aku pake flexi…kalo ke pedalaman emang nyerah deh, telkomsel masih berjaya

    tapi di sungai di pedalaman pangkalan bun, ime-ku malah berjaya lho…ada 2 bar pdhl operator lain udah tewas 😀

    Suka

  3. kak rianya kok diketok”.. mang ampuh ya? biasanya kalo q si tak ce;upin ke kolam bentar. supaya ponselnya ndak setres dan fresh.. hihihi

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s