Kucing Mengantre

Seekor kucing datang menghampiriku dalam mimpi. Dia memakai baju serba putih. Kemudian dia berkata kepadaku agar aku selalu berbuat kebaikan dan jangan lalai membayar zakat. Tak lupa pula ia berpesan kepadaku untuk memelihara selalu kumisku.

Kucing itu bukanlah Doraemon, melainkan kucing malang yang tadi malam kulihat terlindas mobil. Kepalanya terinjak ban hingga darah keluar bermuncratan. Secara refleks ia meronta-ronta dan berloncat-loncatan tak tentu arah.

Betapa malang sekali nasibmu, kucing. Kudoakan semoga engkau bahagia di alam sana. Sampai berjumpa di surga.

Saat ini aku sedang berada di dalam bus Transjakarta menuju ke tempat perjanjian dengan kawan-kawanku. Di dalam sini berisik sekali. Banyak anak-anak bersuara serak-serak awal pubertas di sini. Mereka adalah anak-anak SMP, entah secara berombongan hendak kemana.

Oh, rupanya mereka hendak ke Ragunan. Setelah turun ini mereka berbaris rapi di deretan antrean paling belakang demi menaiki bus Transjakarta tujuan Ragunan.

Antrean telah sampai di atas jembatan penyeberangan. Panjang sekali. Bapak, ibu, anak-anak kecil, termasuk anak-anak SMP yang berisik tadi. Sudah pasti pengunjung Kebun Binatang Ragunan hari ini membludak.

Oke. Telah sampai aku di tempat tujuan. Terima kasih sudah menemani. Selamat berlibur!

4 pemikiran pada “Kucing Mengantre

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s