Pertemanan

Memang pertemanan itu tak ada yang abadi. Terlalu banyak dinamika. Dulu waktu SD sudah bersohib karib, akrab sekali. Bisa ke toilet bareng, main bareng, makan satu piring, dsb. Kalau ada si A, pasti ada si B. Waktu kuliah masing-masing merantau ke luar kota. Sampai sekarang tak tahu kemana rimbanya.

Nikah … Katanya kalau satu nikah bakal rame, karena bawa anggota pertemanan baru. Eh nyatanya pas udah mulai pada nikah satu-satu udah mulai hilang dari lingkaran pertemanan. Masing-masing sibuk dengan pasangannya, masing-masing sibuk dengan lingkaran pertemanan baru yang diakibatkan oleh pernikahannya itu.

Derita lajang sisa pertemanan memang, senantiasa sendirian, dengan memegang penuh prinsip-prinsip status quo.

Mohon maaf, hari ini sedang galau gundah gulana bin bambang.

5 pemikiran pada “Pertemanan

  1. well, everybody’s changing…

    aku juga setelah menikah tidak sebebas dulu, dan tak ada teman, kecuali teman maya πŸ˜‰

    EM

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s