Para dan Lisis

Aku terbangun.
Kurasakan badanku kaku.
Tulang belakangku seperti remuk.
Punggungku sakit.
Apakah kakiku keram?
Bukan.
Lalu mengapa tungkai kakiku tak mau bergerak?
Kuraih ponsel di samping tempat tidur.
Bisa!
Lengan dan tangan kananku masih bisa bergerak dengan normal walau agak seret.
Yang kiri sama seperti kedua kaki, kaku tak bisa kugerakkan.
Apakah ini karena otakku telah lecet?
Atau karena urat syarafku sedang mengalami gangguan?
Apakah aku sedang diguna-guna?
Sudah hampir satu jam keadaanku begini.
Terbaring lunglai di atas kasur.
Aku ingin segera beranjak dari sini.
Aku ingin buang air kecil.
Aku ingin membeli makanan.
Aku ingin minum.
Kuberitahukan hal itu, tapi semuanya tidak mengerti.
Kakiku tetap tak mau kusuruh bergerak.
Badanku tetap melawanku.
Aku seakan terpenjara di dalam tubuhku sendiri!
Bahkan kuketik tulisan ini dengan susah payah.
Sampai kedua mataku lembab lantas basah.
Otot di sekitar kandung kemihku tetap tak mau kutarik.
Membuatku takut.
Aku tidak mau mengompol seperti bayi!
Dan aku sudah tidak tahan dengan segala macam pembangkangan tubuhku sendiri.
Kepalaku pening dan pusing.
Ah, vertigo.
Dadaku mulai sesak.
Apakah pasokan oksigen di kamar ini telah pun habis?
Rasanya seperti sedang tenggelam di kolam renang seperti waktu itu.
Tidak ada yang menolong.
Aku pun pasrah.
Aku butuh keajaiban seperti dulu.
Aku ingin segera terbebas dari paralisis aneh ini.
Keparat!

6 pemikiran pada “Para dan Lisis

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s