Balada Pajoeng

Aku iri padamu.

Engkau selalu diperlakukan demikian halusnya. Disentuh dengan begitu hangat, dipegang dengan penuh kelembutan. Seusai jasamu dimanfaatkan, tuanmu melipatmu rapi dengan penuh kasih sayang. Kadang engkau ditenteng erat penuh kehati-hatian dan dibawa kemana pun tuanku berkelana. Kadang kau disimpan dalam tas yang berbau wangi bunga-bunga.

Sepanjang tahun engkau dipergunakan. Kemarau-penghujan kau diberdayakan. Tidak sepertiku, hanya ketika hari diprakirakan akan turun hujan aku baru dibawa jalan-jalan. Malah terkadang ketika tuanku lupa membawaku, aku dipersalahkan. Sehabis memanfaatkan jasaku, aku dilipat secara tidak berperikemanusiaan. Malah seringnya aku dilipat begitu saja meski badanku masih basah dan menggigil kedinginan.

Tas penuh sesak adalah tempat tuanku menaruhku selalu. Kadang aku tertindih di bawah tumpukan buku. Kadang pula aku terselip di antara baju-baju. Selama enam bulan aku pasrah diperlakukan begitu. Enam bulan selanjutnya aku dicampakkan dan ditaruh di atas lemari baju. Laba-labalah yang kemudian menjadi teman setiaku. Ia membangun rumah tepat di sebelahku. Terkadang ia permisi memohon izin manakala ia memperluas rumahnya hingga mengenai wilayahku.

2 pemikiran pada “Balada Pajoeng

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s