Libur Panjang Hari Kedua (dan Pertama)

Berniat menghabiskan mengisi hari kedua libur panjang ini dengan menjenguk mengunjungi toko buku yang katanya terbesar se-Asia Tenggara. Menaiki bus TransJakarta. Tibalah di halte transitan. Menunggu dan terus menunggu. Menanti dan masih menanti kedatangan bus warna kelabu itu. Tiada kunjung datang juga. Sudah nyaris satu jam padahal!

Ya sudah. Balik kanan, grak!

Akhirnya aku temangsang alias kecantol mampir di toko donat yang itu-itu pagi. Ya itu, toko donat di seberang toko swalayan tempat bekerjanya Mbakasircakep yang sekarang sedang hamil tua.

Di lantai dua sepi sekali. Deretan sofa kosong tanpa penghuni! Wah, alamat bisa sekalian tidur-tiduran di sini, nih. Hoho.

Kalau seperti ini, rasanya jadi ingin beli notebook atau sekadar netbook agar kegiatan menyeruput kopi hitam semacam ini menjadi lebih khusyuk dan produktif. Bisa sembari mengetik panjang, mencari data-data dari internet, atau sekadar belajar ngoding.

Tidak mau pulang kampung. Biarlah. Di sini saja. Di Jakarta lebih ramai. Lebih tenang. \*Kelihatan seperti kontradiksi, yak? *\

Kuceritakan saja bagaimana hari pertama libur panjangku yang tak lain tak bukan adalah hari kemarin. Aku berencana mengunjungi Markas Power Rangers perpustakaan Universitas Indonesia yang konon katanya perpustakaan terbesar se-Asia Tenggara. \*Hobi banget aku yak mengunjungi tumpukan-tumpukan buku masing-masing terbesar se-Asia Tenggara.*\

Eh, tutup. Apa belum dibuka? Tapi konon katanya sudah dibuka, kok. Beberapa kawannya kawan bahkan sudah mejeng di dalam perpustakaan itu dan mengunggah foto-foto narsisnya itu di laman Bukumuka.

Tapi mengapa? Mengapa ketika aku ingin mengikuti jejak mereka perpustakaan itu malah tutup? Apakah karena niatku yang sungguh tidak terpuji itu? Mengapa, Saudara?

Kukunjungi pula masjid di situ. Berniat meramaikan toilet masjid di situ. Apakah ini juga termasuk sunah? (doh)

Sehabis salat, eh hujan turun. Kasihan masjid itu, diserang rintik-rintik hujan bertubi-tubi.

Maka akan kuceritakan sebuah kisah di depan sebuah masjid di tepi danau. Hujan turun dengan lebatnya, jauh lebih lebat daripada jenggotku. Kilat datang menyambar, sahut-sahutan dengan si petir. Mereka berlomba saling mendahului. Namun apa daya, pemenangnya selalu saja si kilat. Itulah mengapa Gundala kita selalu kalah dengan Flash kemenakan Paman Sam.

Aku berlindung di dalam gerbang masuk masjid. Gerbang itu berbentuk semacam ruangan berukuran 8×8 meter dengan sudut-sudutnya terdiri atas susunan batu bata berlubang-lubang. Bersama banyak orang lainnya yang sebagian besar adalah pedagang. Ada pedagang gorengan, siomay, otak-otak, air mineral, kopi, sekuteng, dan soto mi bogor.

Kuamati sekeliling. Para pedagang masing-masing mendiami keempat sudut ruangan gerbang itu. Hujan turun dengan deras. Sesekali angin kencang mencoba membubarkan rinai hujan yang malah membuat kami basah terkena cipratan hujan. Kutatap langit. Warnanya kelabu, sama seperti warna kerudung perempuan berkacamata itu. Oh, entah mengapa bajunya jingga, sama seperti warna baju yang kupakai hari itu.

Entah karena kesamaan warna baju atau entah karena dia naksir karena kegantenganku, dia menraktirku semangkuk kecil wedang sekuteng. Oh, hangatlah badanku jadinya, meski pant*tku sudah basah terkena guyuran air hujan.

Di gerbang sebuah masjid tepi danau, kunikmati kehangatan sekuteng itu bersama seorang perempuan berkerudung kelabu. Berdua kami nikmati pula ricuh ramai para pedagang yang bergosip ditingkah atau diiringi oleh suara hantaman hujan kepada bumi, juga sesekali suara petir berusaha membalap kilat yang selalu berada di depannya.

Saudara sekalian, bagaimana libur panjang kalian?

4 pemikiran pada “Libur Panjang Hari Kedua (dan Pertama)

  1. Sebal.
    Libur panjang ini kulewati dngan rasa sebal.
    Di kalender tak ada tanda merah, mengapa libur hari senin?
    Jadwal bertemu dosen pun gagal. ๐Ÿ˜ฆ
    Nestapa bagi kami mahasiswa tingkat akhir. ๐Ÿ‘ฟ

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s