Lewat Tengah Malam

Kupandangi langit hitam larut malam. Tepat di atas sana kantong ajaibku berwujud bulan separuh tengah asyik bermain petak umpet dengan rombongan awan kelabu. Hatiku menjadi kelabu.

Pada tiga belas bulan yang lalu, kurasakan perasaan yang sama kelabunya seperti sekarang. Hanya saja waktu itu aku jauh lebih bahagia dibandingkan dengan sekarang.

Hati memang mudah berubah warna. Sebentar-sebentar putih, yaitu ketika hati sanggup menyentuh rasa-rasa positif dari lingkungan sekitar yang negatif. Sebentar-sebentar merah, yaitu ketika hati merasakan cinta dan kasih yang tulus dari sesama.

Namun terkadang hati lama menjadi kelabu. Seperti hatiku sekarang ini. Hatiku beku. Hatiku berasap. Lantas menguap.

Satu tahun lewat sebulan masa kini dengan masa lalu itu berselisih. Aku mengenang masa-masa lalu itu. Dengan jelas, seakan masa-masa itu baru terjadi tadi pagi. Aku bernyanyi, bernyanyi riang. Orang-orang bertepuk tangan dan berangkulan.

Sekarang aku terpuruk di sini, seorang diri.

Kalian tidak perlu tersenyum demi menghiburku, karena kutahu gigi kalian tinggal dua. 😀

4 pemikiran pada “Lewat Tengah Malam

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s