Istirahatnya Mujahid

Berikut ini adalah tulisan kiriman dari seorang kawan, mengawali tanda dibukanya blog ini untuk kiriman-kiriman tulisan bertemakan penyemangat. Bagi yang ingin mengirimkan tulisannya untuk diposting di blog ini, silakan hubungi saya di kolom komentar. Terima kasih.

Sudahkah berarti?
Sudahkah mengabdi?

Terkadang saya ngerasa jenuh banget ngelakuin semua hal-hal ini.
Keharusan-keharusan ini sampe saya gak sempet mikirin masalah saya sendiri.
Setiap mulai meratap atas penderitaan pribadi saya, sisi lain diri saya terus menyerang.

“Ayo Ta, jangan egois, masih banyak masalah yg mesti kamu pikirin, jangan manja, hidup ini bukan hanya milikmu.”

Jadilah saya (lagi-lagi) menelantarkan saya.
Dan emang bener, lelah.
Ya fisik, ya batin.
Walau diri ini selalu meyakinkan:

“Untuk siapa kamu bekerja Ta? Gak butuh pujian manusia, gak butuh balesan dunia, semua hina.”

Alih-alih bersyukur atas segala yang telah diberi, diri ini malah terus mengeluh, merengek, menuntut bagian, mengungkit atas hal-hal yang tidak dimiliki.

Saya cape’, saya cape’ atas kemandirian saya, saya cape’ atas ketegaran saya.
Saya cape’ terus terlihat seperti ini di depan semua, saya cape’ memerankan skenario ini.
Bener-bener nista seorang yang bernama Petta Rosetta.

Maunya sih bisa bertindak bak Rosulullah ketika di Thoif….
Ditolak, dicela, dituduh dusta, diikuti untuk diteriaki bodoh, dilempar batu sampai kedua alas kakinya berlumuran darah.
Lalu beliau berlindung di bawah pohon seraya berdo’a:

“Ya Alloh, kepada–Mu aku mengadukan kelemahanku, kurangnya kesanggupanku dan kerendahan diriku berhadapan dengan manusia…. Engkaulah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Engkaulah pelindung bagi si lemah dan Engkau jualah pelindungku! Kepada siapakah diriku hendak Engkau serahkan? Kepada orang yang berwajah suram terhadapku, ataukah kepada musuh yang menguasai diriku?

Asalkan Engkau tidak murka kepadaku, semuanya itu tak kuhiraukan, karena sungguh besar nikmat yang telah Engkau limpahkan kepadaku!

Aku berlindung pada sinar wajah-Mu, yang menerangi kegelapan dan mendatangkan kebajikan di dunia dan akhirat, dari murka-Mu yang hendak Engkau tumpahkan kepadaku… hanya Engkaulah yang berhak menegur dan mempersalahkan diriku hingga engkau ridho (kepada diriku). Sungguh tiada daya dan kekuatan apa pun selain atas perkenan-Mu.”

Padahal, apa-apa yang saya beri sebenernya bukanlah apa-apa.
Mungkin belum ada secuil dari pengorbanan Muhammad saw.,
belum ada setitik penderitaan beliau yang saya alami.

Nothing.

“Mereka melempari kedua kakinya dengan batu sehingga kedua alas kakinya berlumuran darah.”

“Apabila Nabi saw. merasakan sakitnya lemparan batu, beliau bersimpuh di tanah kemudian mereka memegang kedua lengannya dan menegakannya. Apabila Nabi saw. berjalan kembali mereka langsung melemparinya lagi seraya terkekeh-kekeh. Sementara itu Zaid bin Haritsah terus melindunginya sampai mengalami beberapa luka berdarah di kepalanya.”

Entah kapan akan merasa puas,
Entah sampai kapan saya berhenti merasa hebat,
Entah kapan letih ini akan berakhir.
Nanti, suatu saat, pasti.

Maka tanyakan kembali,
Sudahkah mensyukuri yang dimiliki?
Sudahkah menjadi berarti?
Sudahkah mengabdi setulus hati?
Bukankah mujahid hanya beristirahat saat kakinya menapak surga?

8 pemikiran pada “Istirahatnya Mujahid

  1. wuih, hebat juga adekku ini. bisa nulis juga. meski keknya tulisan ini lebih ditujukan untuk diri sendiri….

    (^_^)v

    semangat! petta rosetta pantang putus asa!

    p(^.^)q

    Suka

  2. Demi masa.
    Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.
    Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.
    🙂

    Suka

  3. Subhanalloh bagus pak ..🙂 bagus sekali motivasi diri … INsya ALLAH bisa memootivasi orang lain🙂

    Farijs van Java berkata,
    ini tulisan adekku. bagus, ya?

    (^_^)v

    sayang dia sekarang kadang2 suka pesimis.

    Suka

  4. Subhanallah….bener banget tuh..?!!!Lagian, tiada cita yang lebih indah dari berjihad, berakhir Syahid, dan berujung pada Syuhada. Yupz…sebuah kata sapa yang teramat indah terdengar menggema di Syurga Allah..!!!Terus berjuang, pantang menyerah, kibarkan lagi dengan lantang panji Allah di muka bumi.ALlahu Akbar…!!!!

    Farijs van Java berkata,
    Allâhu Akbar!

    (^_^)v

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s